Archive for the '02 KULIAH' Category

14
Sep
09

sap: Rancangan Sistem Instruksional

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN (S2) PROGRAM PASCASARJA FKIP FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

————————————————————————————————————-

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Matakuliah: Rancangan Sistem Instruksional
Program Studi: Teknologi Pendidikan (TP)
Sks: 3 sks
Dosen Pengampu: 1. Prof. Dr. H. Karwono, M.Pd
2. Drs. Sulton Djasmi, M.Pd

——————————————————————————————————————————-

I.    Deskripsi Perkuliahan

Matakuliah ini mengkaji dan menganalisis serta mengevaluasi berbagai model-model pengembangan system instruksional. Perbandingan antar model pengembangan system instruksional.  Merancang suatu program atau system instruksional  baik  di kalangan pendidikan tinggi atau di bawahnya, ataupun pada lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan pada departemen-departemen, lembaga non departemen, dan kalangan swasta dengan menggunakan salah satu medel anacangan system. Mengembangkan langkah-langkah salah satu desain instruksional  Walter Dick  dan Lou Carey meliputi kegiatan: Mengenali tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengenali tingkahlaku dan cirri-ciri peserta didik, merumuskan tujuan performansi, mengembangkan butir-bitir tes acuan patokan, mengembangkan siasat pembelajaran, mengembangkan dan memilih material pembelajaran, merancang dan melakukan penilaian formatif, merevisi pembelajaran, melakukan penilaian sumatif.

II.    Standar Kompetensi

Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester, mahasiswa Program Pascasarja S2 Teknologi Pendidikan:
1.    Mampu menjelaskan konsep, prinsip dan prosedur serta langkah perancangan system instruksional.
2.    Mampu menerapkan setiap langkah model Walter Dick dan lou Carey untuk mengembangkan komponen:  Mengidentifikasi  tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengenali tingkahlaku dan cirri-ciri peserta didik, merumuskan tujuan performansi, mengembangkan butir-bitir tes acuan patokan, mengembangkan siasat pembelajaran, mengembangkan dan memilih material pembelajaran, merancang dan melakukan penilaian formatif, merevisi pembelajaran, melakukan penilaian sumatif. Melakukan ujicoba perangkat instruksional model dan menyusun laporan ujicoba. baca selengkapnya tulisan ini

07
May
09

STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG EFEKTIF

MENYONGSONG ERA PERSAINGAN MUTU

Oleh: Prof. Dr. H. Karwono, M.Pd
Sejumlah hasil penelitian menemukan adanya kesulitan  peserta didik  dalam memecahkan masalah matematika dan ini terjadi hampir disemua jenjang pendidikan. Prestasi matematika peserta didik baik secara nasional maupun internasional belum menggembirakan. Hasil survei yang dilakukan oleh lembaga internasional juga menempatkan prestasi peserta didik Indonesia pada posisi bawah. Terakhir, hasil survei TIMSS 2003 (Trends in International Mathematics and Sciencies Study) di bawah payung International Association for Evaluation of Educational Achievement (IEA) menempatkan Indonesia pada posisi ke-34 untuk bidang matematika dan pada posisi ke-36 untuk bidang sains dari 45 negara yang disurvei.

Hasil penelitian juga merekomedasi perlunya pembelajaran yang difokuskan pada aspek  konsteksual, kolaboratif, memberikan kesempatan berpikir metakognitif, dan menyediakan peluang lebih besar pada jalannya proses pemecahan masalah oleh peserta didik.

Harapan dan Keprihatinan

Salah satu diantara kesulitan belajar yang dialami peserta didik di kelas antara lain, karena dunia nyata (alam sekitar) hanya dijadikan ajang untuk mengaplikasikan konsep. Strategi pembelajaran yang dilakukan guru misalnya untuk bidang studi matemaika cenderung berangkat dari konsep seperti rumus-rumus yang selanjutnya menerapkan rumus dalam realitas kehidupan. Di sisi lain konsep itu sebenarnya dibangun dari suatu realitas (fakta kehidupan) yang secara induktif digeneralisasikan menjadi suatu konsep. Matematika Realistik adalah salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengalaman sehari-hari (mathematize of everyday experience) dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari.  Menurut Van de Henvel-Panhuizen (2000), bila anak belajar matematika terpisah dari pengalaman mereka sehari-hari maka anak akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu   pembelajaran matematika di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep matematika dengan pengalaman kehidupan peserta didik sehari-hari. baca selanjutnya…

17
Feb
09

SAP: STRATEGI PEMBELAJARAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP):  STRATEGI  PEMBELAJARAN

Matakuliah:  Strategi Pembelajaran
Semester:  2 sks
Jurusan/Program Studi:  BK, Pend Mat, Bio, Fis, Sej, Ek, Inggris
Dosen Pengampu:  Prof. Dr. H. Karwono, M.Pd
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UM METRO 2009


I.    Deskripsi Perkuliahan

Matakuliah ini mengkaji dan menganalisis berbagai upaya menata faktor eksternal agar terjadinya pembelajaran yang efektif, efisien dan berarah tujuan untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Pengenalan taksonomi variabel dalam pembelajaran, Pemahaman karakteristik internal peserta didik, dan karakteristik bahan ajar serta upaya penetapan strategi pembelajarannya. Menganalisis kasus-kasus strategi pembelajaran di kelas.

II.    Tujuan  Perkuliahan

a. Kompetensi Umum

Setelah berakhirnya semester ketiga mahasiswa FKIP UM. Metro yang mengikuti perkuliahan ini akan mampu:
(1) melakukan penataan komponen ekstenal untuk mendukung terjadinya pembelajaran efektif, efisien dan berarah tujuan untuk mencapai hasil belajar yang optimal (2) Mengidentifikasi taksonomi variabel dalam pembelajaran (3) Mengidentifikasi karakteristik internal peserta didik (4) Pengenalan konsep strategi pembelajaran (2) Klasifikasi strtegi pembelajaran (3) Aplikasi model dan strategi pembelajaran (3) Variabel strategi pembelajaran (4) Menelaah kasus-kasus pembelajaran di kelas dan upaya strategi pembelajarannya. baca selengapnya SAP ini…

11
Feb
09

ORASI ILMIAH: SEKOLAH SEBAGAI BENTENG TERAKHIR PENJAGA PERADABAN

Orasi  Ilmiah ini disampaikan dalam Acara Pengukuhan Guru Besar  bidang ilmu  “Belajar dan Pembelajaran”di Universitas Muhammadiyah metro tanggal 7 Februari 2009.
Oleh: Karwono

Abstraksi
Tuntutan kehidupan moderen yang semakin komplek, mengakibatkan terjadinya pergeseran peran keluarga sebagai lembaga pendidikan utama.  Di sisi lain sulitnya menemukan sosok anutan yang ada dalam kehidupan masyarakat, akhirnya sendi-sendi kehidupan mulai bergeser dari akar budaya.

Kinerja sekolah menjadi benteng terakhir penjaga perandaban, oleh sebab  itu sekolah bukan hanya bertugas sebagai pemberdayaan tetapi lebih kepadapenyadaran dan guru merupakan komponen penting dalam transformasi budaya melalui sistem persekolahan.

Untuk menghasilkan guru yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang memadai maka pendidikan pra-jabatan di LPTK, penekanandiberikan  kepada kemampuan guru agar dapat meningkatkan keterampilan  pembelajaran, mengatasi persoalan-persoalan  praktis  dalam pengelolaanpembelajaran dan meningkatan kepekaan guru terhadap perbedaan individual diantara peserta didik yang dihadapinya.

Untuk menata komponen eksternal dalam pembelajaran perlu memperhatikan karakteristik internal berupa locus of control yang dimiliki calon guru agar dapat menghasilkan produk pembelajaran yang optimal.

_a073055_a073070_a072979 baca selanjutnya orasi ilmiah ini…

02
Sep
08

PARADIGMA BARU TENTANG PEMBELAJARAN DAN APLIKSINYA

Oleh: Dr. H. Karwono, M.Pd

Perlunya perubahan Paradigma tentang Mengajar

Salah satu diantara masalah besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini yang banyak  diperbincangkan dari berbagai kalangan adalah rendahnya kualitas pendidikan. Pembelajaran adalah inti dari aktivitas pendidikan, oleh sebab itu pemecahan masalah rendahnya kualitas pendidikan harus difokuskan pada kualitas pembelajaran. Komponen-komponen yang dapat memberikan kontribusi terhadap kualitas dan hasil pembelajaran yaitu: peserta didik, dosen (guru), materi, metode, sumber belajar, sarana dan prasarana, serta biaya. Kualitas pembelajaran dapat diwujudkan bilamana proses pembelajaran direncanakan dan dirancang secara matang dan seksama tahap demi tahap dan proses demi proses (Pannen, 2003).

Reformasi di bidang pendidikan khususnya pembelajaran telah mulai bergulir dan banyak diperbincangkan. Namun harus diakui bahwa reformasi itu masih sebatas wacana ketimbang tindakan konkrit. Dalam dunia pendidikan telah terjadi perubahan regulasi yang mendasar yaitu dengan adanya:
a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
c. P.P. Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

klik di sini untuk membaca artikel selengkapnya…

28
Aug
08

PENGEMBANGAN KAPASITAS BERKELANJUTAN UNTUK DESENTRALISASI (Sustainable Capacity Building Decentralization) DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Oleh: Dr. H. Karwono, M.Pd

Harapan dan Keprihatinan

Dalam rangka pengembangan kapasitas, pemerintah telah mencanangkan “Kerangka Nasional Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas dalam rangka mendukung Desentralisasi”. Secara umum tujuan pelaksanaan pengembangan kapasitas berkelanjutan untuk desentralisasi adalah: (a) penyelenggaraan pelayanan secara mendasar dibutuhkan masyarakat (b) pemeliharaan prasarana pokok masyarakat (c) pengembangan pembangunan ekonomi (d) program pengentasan kemiskinan dan (e) pegembangan tata pemerintahan yang baik (good governance) (Juklak Juknis SCB-DP, 2004: 1).

UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah disertai dengan berbagai peraturan pelaksanaannya telah mengamanatkan perlunya upaya-upaya terkoordinasi secara nasional untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran kebijakan Otonomi Daerah. Pemerintah daerah dengan keleluasaannya untuk menentukan struktur organisasi serta mengelola sumber daya manusianya sendiri, telah memungkinkan menentukan alokasi anggaran belanja berdasarkan kebutuhan dan prioritasnya. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan implementasi otonomi daerah adalah kapasitas atau tingkat kemampuan daerah dalam berbagai bidang yang relevan.

Kemakmuran suatu daerah bukan semata-mata ditentukan oleh ketersediaan sumber daya alam yang cukup, perlu disadari bahwa SDA bersifat statis dan tidak dapat diperbaharuhi atau ditingkatkan. Berbeda dengan SDM yang selalu dinamis dan progresif, dapat ditingkatkan dari waktu kewaktu. Oleh sebab itu upaya pegembangan dan peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan menjadi mutlak diperlukan. Lembaga pendidikan merupakan tempat yang strategis untuk meningkatan kapasitas dan penjaga keberlanjutan (sustainable) dari waktu ke waktu. Maka hancurnya peradaban suatu bangsa karena gagalnya lembaga pendidikan dalam menjalankan fungsinya. …klik di sini untuk artikel selengkapnya…

27
Feb
08

[SAP] PROFESI KEPENDIDIKAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Matakuliah : Profesi Kependidikan

Semester : 3 sks

Jurusan/Program Studi : Pendidikan IPS

Dosen Pengampu : Dr. H. Karwono, M.Pd

I. Deskripsi Perkuliahan

Matakuliah ini mengkaji dan menganalisis: pengertian dan syarat-syarat profesi keguruan serta perkembangan profesi keguruan di Indonesia. Ruang lingkup profesi keguruan. Mengkaji dan menganalisis kasus profesi keguruan serta mencari upaya pemecahan atas kondisi yang ada. Pemahaman atas, kode etik profesional, struktur organisasi profesi, masalah dan tantangan yang dihadapi profesi keguruan di Indonesia.

II. Tujuan Perkuliahan

a. Kompetensi Umum

Setelah berakhirnya perkuliahan ini mahasiswa akan: (1) memiliki wawasan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan profesi kependidikan. (2) memeiliki pemahaman ruang lingkup profesi kependidikan (3) mampu memenganalisis masalah yang dihadapi profisi kependidikan serta menemukan upaya pemecahan berbagai kasus yang akan dihadapi profesi kependidkan.

klik di sini untuk membaca artikel lebih lengkap…




karwono

a

KALENDER

March 2017
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031